pada saat kelas 7. Saya tidak pernah berpikir untuk mengikuti olimpiade matematika dsb. Suatu hari pada waktu pemilihan ekskul karena tidak ada ekskul catur( ekskul saya waktu SD), atas rekomendasi teman saya Aryanto Hernando saya mengikuti ekskul olimpiade MTK . Ternyata aku ketagihan belajar materi MTK yang dalam tanda kutip " mengerikan". Sehari bisa belajar selama 5-6 jamsekitar Bulan Oktober ada perlombaan yang dinamakan YOS CUP tahun 2014. dan guru pembimbing kami tercinta, Bpk Risky Triwahyudi S.T memilih 4 orang untuk mengikuti lomba ini, alhamdulillah saya termasuk salah satu dari 4 orang tsb.Hasil dari pertandingan ini adalah saya menadapat Ranking 2. Saya sangat senang karena ini baru kali pertama saya mengikuti lomba olimpiade matematika. Sementara itu yang mendapat juara 1 adalah kakak senior saya Wu Weiliang PJ alias William Wuyang sudah pernah mencapai tkt nasional OSN tauh 2012 di BATAM (tak jalan-jalan kasihan XD). Di lomba berikutnya, GMB 2013 saya mendapat rangking 2 lagi. dan yang rangking 1 adalah Wu William lagi... Kemudian lomba ke 3 yang saya ikuti adl lomba yang dibuat oleh MGMP(musyawarah guru mapel) MTK dimana pada saat lomba tersebut Wu Weiliang tidak ikut karena dia sudah kelas 9 (lomba ini hanya untuk kelas 7-8) . Dan ternyata saya berhasil mendapat ranking 1. Saya sangat senang sekali karena perlombaan ini termasuk cukup bessar dengan sekitar 100 lebih siswa yang mengikuti perlombaan tsb. Hari berganti hari Bulan berganti bulan. Perlmbaan Sains terakbar di Indonesia pun di mulai yaitu OSN tahun 2014 di Padang. untuk mengikuti tkt nasional,kita harus melewati seleksi tahap kab/kota dan provinsi. bulan maret saya mengikuti seleksi tahap kab.kota, dan mendapat saya lolos seleksi mendapat rangking nomor 3. yang mendapat rangking 2 adalah siswa mondial bernama Jerico Aldrian, saat itu dia juga duduk di bangku kelas 7 sama seperti saya(peserta OSN tkt SMP adalah siswa kelas 7-8) dan yang mendapat nomor 1 adalah Vigel Ilham dari Tanjung Pinang yang sudah mengikuti OSN tingkat nasional tahun 2013 bersama William pada saat kelas 7. hebatnya lagi dia menadapat kan nilai 80 lebih sementara kami (Aldrian dan aku) hanya mendapat nilai 60 dan 50.Singkat cerita pada Bulan April kami mengitkuti seleksi tahap provinsi . setelah tes kami membahas beberapa soal. Dari pembahasan yang kami buat saya menyimpulkan 2 hal: 1 Saya tidak akan masuk ke tingkat nasional ,2 Aldrian yang lolos ke tk t nasional di Padang. Ketika Pak Ris menanyakan kondisi di sana, itulah yang saya jawab,dan ia pun kaget. karena Aldrian bisa mengalahkan Vigel. Ternyata kesimpulan saya benar, ketika hasil OSP diumumkan Aldrian yang berhasil lolos ke tkt Nasional di Padang bukan Vigel. Saya pun tersenyum dan menunggu tahun depan .
Junior, pelatihan, teman
Tahun ajaran baru dimulai(2014-2015). Ada beberapa orang yang mengikuti tim ekskul. salah satunya adalah seorang murid bernama Rivaldo Huang. yang kelak akan mengikuti OSN tahun 2016. seperti tahun pertama . Saya mengikuti banyak lomba dan bertmeu Aldrian di beberapa ajang perlombaan swasta.sebelum OSN tahun 2015. Singkat cerita perlombaan OSN 2015 dimulai di Palu. cerita lucunya Aldrian tidak lolos seleksi tahap kota. Seorang yang telah berhasil lolos ke Padang tahun lalu mengalahkan juara bertahan gagal meloloskan dirinya ke tahap kota (ironis dan menjedihkan, Hal ini tidak terjadi kepada Aldrian seorang. Ada peserta OSN bidang IPS yang berhasil ke padang pada saaat kelas 7 juga gagal untuk lolos tahap kota pada saat kelas 8(kasihan...). Aku lolos ke tahap kota dengan peringkat nomer 1 hehehehe. Dari beberapa murid yang lolos Pak Ris memprediksi kalo ada 2 orang yang bisa lolos seleksi tahap provinsi. yaitu aku(tak mungkin guru pembingbing tidak memprediksi muridnya sendiri untuk lolos) dan murid Sekolah Tabqha yaitu Tiara puspita Ayuni yang mendapatkan nomer 4 di seleksi tahap kota. Ternyata prediksi Pak Ris benar kami lolos ke Palu adalah kami berdua. sebelum ke tkt nasional. Beberapa hari sebelum ke Palu kami belajar bersama di SMP Tabqha. selama sekita 3 minggu guru pembibingnya bernama Pak Raya. Biasanya kami panggil teacher Raya. sebelum ke Palu kita di beri pengarahan oleh orang dinas provinsi yang menurut saya "agak sesat" karena pengarahan nya memang berbeda dengan seharusnya saat kita ke Palu.Saat di Palu ada banyak sekali siswa siswa yang "pintar" di sana. saya berteman dengan peserta bernama Sulaiman yang berasal dari Medan. Soal yang dipertandingkan susah-susah . Aku hampir tak bisa mengerjakan 1 pun soal hari kedua (pertandingan dia adakan selama 2 hari dengan durasi 150 menit dan 5 soal untuk tiap harinya). Seperti yang bisa di prediksi saya tidak dapat medali. tetapi ada dari tim kami, peserta OSN ips yang mendapat medali perunggu namanya Harum Kurnia Jayanti dari SMP 06.Kami(seluruh peserta lomba dari kepri) ditraktir j co olehnya (sebenarnya kami malak sih tapi ya sudahlah). Pulang Palu Pak Ris lebih banyak fokus untuk mengajari Rivaldo untuk tahun depan. Dan hari berlanjut seperti biasanya.
Pensiun, Penerus, Perjuangan
Kelas 9 sudah tidak boleh mengikuti OSN lagi. jadi bisa dibilang ini adalah masa pensiun. tapi masih ada lomba kecil seperti Yoscup 2015. dan Rivaldo berhasil mendapat nomer 3 di perlombaan tersebut. yah kalo saya sih nomer 1. Tiara dan Aldrian tidak ikut jadi bisa dibilang menang telak(niilai ku 79 sementara nilai rank 2 dan 3 dibawah 50 :)).singkat cerita saya lebih banyak fokus ke UN nilai TO saya lumayan memuaskan (rangking 4 di TO 3 dan 7 di TO 4 dari 150 siswa bila dibandingkan dengan rangking kelas 19 dari 26 orang :)) kemudian cerita tentang Rivaldo lanjut ke OSN 2016 di padang dimana seleksi tahap kabupatenya dimulai dan kabarnya sedang berlangsung
jadi sekian terimakasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar